Cegah krisis ideologi, Liberth Kristo Ibo sosialisasi empat pilar kebangsaan di Biak yang di dampingi Ketua (Plt) DPC Partai Demokrat Biak Numfor, Boy Markus Dawir (BMD), Senin (6/8/2018) di salah satu hotel di kota Biak. (Foto : ist/TIFA Online)
Cegah krisis ideologi, Liberth Kristo Ibo sosialisasi empat pilar kebangsaan di Biak yang di dampingi Ketua (Plt) DPC Partai Demokrat Biak Numfor, Boy Markus Dawir (BMD), Senin (6/8/2018) di salah satu hotel di kota Biak. (Foto : ist/TIFA Online)

TIFAOnline, BIAK— Cegah krisis ideologi, Liberth Kristo Ibo sosialisasi empat pilar kebangsaan di Biak yang didampingi Ketua (Plt) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Biak, Boy Markus Dawir (BMD) dan di ikuti sekitar 150-an warga masyarakat baik dari tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, perempuan dan pemuda yang ada di Kabupaten Biak.

Kegiatan sosialiasi 4 pilar kebangsaan yang dilaksanakan Senin (6/8/2018) di salah satu hotel di Kota Biak tersebut menurut Liberth Kristo Ibo yang memiliki nomor keanggotaan A-455 di DPR RI tersebut merupakan kewajiban dirinya sebagai anggota DPR / MRP RI untuk turun ke Daerah Pemilihan (Dapil) masing – masing.

Tujuan dari kegiatan sosialisasi 4 pilar kebangsaan tersebut adalah memberikan pemahaman dan pencerahan kepada masyarakat di dapil masing – masing, agar tidak terprovokasi ataupun terkontaminasi dengan paham ideologi yang bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, NKRI dengan tetap menjaga keragaman yang tertuang dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

“Kita berharap di Biak tidak ada lagi ideologi – ideologi lain akibat dari perkembangan tehnologi maka berkembang juga cara interaksi masyarakat sehingga akan berpengaruh pada pemahaman masyarakat terhadap ideologi negara sehingga pentingnya sosialisasi empat pilar ini, agar kita tidak terhasut dengan isu – isu dan ideologi yang memecah belah kita sebagai NKRI”, kata Liberth Kristo Ibo, S.Sos, SH,MH, Senin (6/8/2018).

Ia juga mengajak seluruh warga masyarakat di Kabupaten Biak untuk mencegah benih – benih intoleransi yang kemungkinan berkembang di lingkungan masing – masing, yang kemungkinan bisa berkembang karena di era keterbukaan saat ini banyak saluran atau medium yang bisa dijadikan pintu masuk ideologi yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

Ketua (Plt) DPC Partai Demokrat Kabupaten Biak Numfor, Boy Markus Dawir (BMD) dalam kesempatan itu juga menambahkan bahwa agenda sosialisasi 4 pilar kebangsaan tersebut selain menjadi salah satu tugas Liberth Kristo Ibo, S.Sos, SH, MH sebagai anggota DPR RI untuk turun ke dapilnya bertatap muka dengan konstituen juga sebagai rangkaian kegiatan jelang HUT RI Ke- 73.

Menurut BMD, tujuan kegiatan kemarin adalah untuk cegah krisis ideologi, Liberth Kristo Ibo sosialisasi empat pilar kebangsaan di Biak, sehingga masyarakat mendapatkan pemahaman yang komprehensif dari wakil mereka di DPR / MRP RI.

“Keempat pilar kebangsaan yakni, Pancasila sebagai dasar Negara, UUD 1945 sebagai konstitusi Negara dan NKRI sebagai bentuk negara serta Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara, keempat hal itu harus kita yakini sebagai sebuah konstitusi final yang kita akan jaga, dan tidak ada lagi ideologi lainnya”, kata BMD dalam sambutannya.

BMD menambahkan bahwa Partai Demokrat dan seluruh kadernya baik di DPC Biak Numfor, Fraksi Demokrat di DPRP dan juga Fraksi Demokrat di DPR/MPR RI bersama-sama akan terus menjaga keutuhan NKRI dan juga mensosialisasikan toleransi antar umat dan kelompok.

“kita akan terus sosialisasi untuk mengingatkan kembali kepada masyarakat yang ada di Biak, bahwa kita masih ada dalam satu bingkai NKRI, walaupun seringkali isu-isu yang berkembang terkait Biak Berdarah 1986 silam seringkali di hembuskan dan ungkit untuk mengorek luka lama, tetapi hal itu tidak akan mempengaruhi ideologi yang sudah kita sepakati saat ini”, kata BMD lagi.

Ia berharap seluruh warga masyarakat di Kabupaten Biak Numfor dapat hidup rukun, aman dan damai, saling bergandengan tangan tanpa melihat perbedaan suku, agama, ras sebagaimana semboyan NKRI, berbeda – beda tapi tetap satu, Bhinnek Tunggal Ika.

Terkait persoalan HAM yang masih selalu di ungkit menurutnya itu menjadi PR dan tugas negara sebenarnya ke depan untuk bisa menuntaskan masalah tersebut dan mencari formula untuk mengobati luka yang pernah ada itu. (michella / walhamri wahid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here