Kapolres Manokwari Berang, Ada ‘Penumpang Gelap’ di Demo FMPPF Soal Freeport
Kapolres Manokwari Berang, Ada ‘Penumpang Gelap’ di Demo FMPPF Soal Freeport, tampak saat Kapolres masuk ke kerumunan beberapa orang pendemo dan menghentikan orasi mereka soal Papua merdeka. (Foto : Ian/ TIFA Online)

TIFAOnline, MANOKWARI— Kapolres Manokwari berang, ada ‘penumpang gelap’ di demo FMPPF soal Freeport yang di gagas oleh Forum Masyarakat Papua Peduli Freeport (FMPPF) yang berlangsung di Kota Manokwari, Provinsi Papua Barat, Kamis (9/8/2018) kemarin, karena isu kelompok ini berbeda dengan materi demo FMPPF (penumpang gelap-Red)

“Kalau kamu mau teriak merdeka jangan disini, kamu demo ribut usir perusahaan konglomerat dan sebagainya yang kalian rasa itu patut diperjuangkan, perjuangkan, orasilah dengan baik dan bijak, saya yang bertanggung jawab atas keamanan disini, jadi jelas !”, kata Kapolres Manokwari AKBP Adam Erwindi tegas dengan nada tinggi kepada sekelompok pemuda yang menamakan dirinya Awepa Community yang tergabung dalam Front Nasional Mahasiswa Pemuda Papua (FNMPP) yang orasi soal Papua merdeka yang di kelilingi beberapa pemuda membentangkan pamflet kampanye kemerdekaan Papua Barat.

Demo betepatan dengan Hari Pribumi Sedunia yang di gagas oleh FMPPF, Kamis (9/8/2018) kemarin rupanya juga di ikuti oleh eksponen lainnya yang tergabung dalam Front Nasional Mahasiswa Pemuda Papua (FNMPP).

Dimana demo berlangsung di beberapa titik di Kota Manokwari dan sekitarnya dan berlangsung di bawah penjagaan ketat aparat kepolisian, beberapa wilayah yang mendapat pengawalan ketat pihak kepolisian salah satunya saat para kelompok komunitas taktis mahasiswa dari Awepa Comunity yang tergabung dalam FNMPP menggelar aksi dan berorasi di depan Swissbell – Hotel Manokwari yang terletak di Jalan Yos Sudarso Manokwari.

Dimana beberapa orang dari komunitas ini berorasi dan meneriakkan Papua merdeka dan memperlihatkan sejumlah pamflet bertuliskan kampanye Papua merdeka, sehingga langsung di datangi oleh Kapolres Manokwari dan di ajak berdialog untuk tetap focus pada materi kampanye yang sudah di sampaikan oleh FMPPF selaku penanggung jawab aksi demo kemarin.

Tampak beberapa pemuda yang tergabung dalam Awepa Comunity dan merupakan bagian dari Front Nasional Mahasiswa Pemuda Papua (FNMPP) yang menyusup dengan isu Papua merdeka dalam demo akbar soal Freeport dan OAP di Hari Pribumo Sedunia di Manokwari oleh FMPPF). (Foto : ian/ TIFA Online)

Meski sempat bersitegang dengan Kapolres Manokwari, namun akhirnya komunitas ini merelakan dan tidak berkutik saat aparat kepolisian menyita dan mengamankan sejumlah pamflet bertuliskan kampanye Papua merdeka yang mereka bawa.

Perayaan Hari Pribumi Sedunia yang ke 24 tahun di Manokwari, diwarnai dengan aksi demonstrasi damai kelompok masyarakat yang menamakan dirinya Forum Masyarakat Papua Peduli Freeport (FMPPF), serta kelompok mahasiswa yang tergabung dari beberapa delegasi kampus besar dengan sebutan Front Mahasiswa Nasional Pemuda Papua (FMNPP).

Dari pantauan TIFA Online, Kamis (9/8/2018), aksi demo terbagi di beberapa titik di Kota Manokwari, ada yang di depan Htel Swisbell, pintu kampus Unipa, dan secara serentak bergerak menuju satu titik di kantor DPR PB di Jalan Siliwangi, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari.

Seth Tata perwakilan Awepa Comunity dalam orasinya mengatakan, dirinya bersama para kelompok mahasiswa lain seperti Hikram, Gempar, dan kelompok taktis lainnya melakukan aksi ini adalah hanya bagian mengekspresikan kekecewaan, mereka sebagai pemuda Papua menilai kondisi terkini yang dialami oleh masyarakat pribumi sangatlah belum sejahtera.

“Hadirnya perusahaan – perusahaan besar seperti PT. Freeport dan perusahaan asing lainnya sampai kini belum mampu mensejahterakan masyarakat pribumi, yang adalah pemilik hak adat di negeri leluhurnya. Selain itu, pembagian saham PT Freport untuk kepentingam siapa??,”, kata Seth Tata.

Koordinator aksi demonstrasi, Yan Christian Warinussy kepada awak media juga mengatakan, kegiatan demo dalam rangka peringatan Hari Pribumi Sedunia yang di gagas oleh FMPPF tersebut telah dikoordinasikan dengan pimpinan dan para anggota MRPB.

Dimana menurutnya momentum Hari Pribumi Internasional ini mereka ingin menyuarakan dan menggugat kembali dimana hak – hak Orang Asli Papua (OAP) sebagai pribumi di Tanah Papua dalam pengelolaan dan kebijakan terkait operasional perusahaan – perusahaan besar di Tanah Papua.

“aksi ini telah sangat jelas, sesuai tema besar yang diangkat dalam aksi  itu mempersoalkan hak orang asli Papua (OAP), kaum pribumi dalam pengelolaan SDA kami, salah satunya dalam negosiasi dan pembagian saham (divestasi) PT Freeport Indonesia Company (FIC), karena proses divestasi dan penanda tanganan perjanjian antara pemerintah dengan Freeport sama sekali tidak menganggap bahwa masyarakat pribumi sebagai pemilik ada di atas SDA yang hendak mereka keruk”,kata Yan C. Warinussy.

Sehingga melalui Hari masyarakat Pribumi Sedunia yang diperingati di tingkat internasional dengan tema mengenai migrasi, Yan Waarinussy berkomitmen FMPPF akan terus menyuarakan ketidakadilan yang terjdai di Tanah Papua. (Adrian Kairupan/Walhamri Wahid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here